Spotify Kembangkan Tools Untuk Stop Plagiarisme

  • 2 min read
  • Dec 26, 2020
Spotify Kembangkan Tools Untuk Stop Plagiarisme

Maskodin, Berita Tekno Terbaru – Banyak sekali kemiripan dari jutaan karya yang tersebar di penjuru internet, terutama soal musik. Buruknya, dalam beberapa kasus hal tersebut bisa menyebabkan tuduhan plagiarisme dengan proses hukum panjang yang menguras waktu dan uang.

Untuk membantu musisi menghindari masalah tersebut, Spotify telah menciptakan alat yang bisa mencegah plagiarisme.

Menurut laporan dari MBW, sebagaimana dilansir Ubergizmo via Tekno Liptutan6.com, Spotify telah mematenkan alat anti-plagiarisme yang dapat digunakan musisi untuk memeriksa ulang apakah karya mereka mirip dengan yang lain atau tidak.

Nantinya musisi bisa mengirimkan lagu mereka ke dalam sistem yang kemudian akan diperiksa dengan lagu lain untuk memeriksa kesamaan.

Di satu sisi, alat tersebut terdengar mirip dengan tool yang digunakan perguruan tinggi dan universitas untuk memeriksa apakah karya yang dikirim masiswa dijiplak atau tidak.

Ini akan sangat membantu bagi musisi yang sangat menghargai karya atau yang mungkin tidak memiliki dana untuk berperang menghadapi hukum, terutama jika mereka melawan penerbit atau label rekaman besar.

Spotify Kembangkan Tools Untuk Stop Plagiarisme

Spotify saat ini juga dilaporkan sedang menguji fitur ala Stories. Fitur ini disematkan di beberapa playlist.

Beberapa playlist yang memiliki fitur Stories, yakni playlist dari lagu-lagu milik Jennifer Lopez, Kelly Clarkson, serta Pentatonix. Stories tersebut berisi video pendek untuk berbagi anekdot pribadi tentang masa liburan jelang natal ini.

Tak cuma beberapa playlist di atas, dilaporkan fitur serupa juga muncul di playlist milik rapper TearDrop dan juga album Good News besutan Megan Thee Stalion.

Video ini bisa diakses dari ikon di kiri atas tiap playlist. Antarmukanya sangat mirip dengan Stories yang ditawarkan oleh hampir semua platform saat ini, seperti Instagram, Snapchat, Twitter, dan juga WhatsApp. Anda juga bisa mengetuk kiri kanan untuk skip.

Spotify pun akhirnya mengonfirmasi bakal hadirnya fitur ini. Namun, ini baru uji coba. Spotify akan mengumumkan lebih lanjut jika akan ada rilis lebih luas.

“Di Spotify, kami secara rutin melakukan sejumlah tes dalam upaya meningkatkan pengalaman pengguna kami,” sebut juru bicara.

“Beberapa pengujian tersebut akhirnya membuka jalan bagi pengalaman pengguna kami yang lebih luas, sisanya sekadar berfungsi sebagai pelajaran penging. Kami tidak memiliki berita lebih lanjut untuk dibagikan tentang rencana masa depan saat ini.”

Fitur Stories sendiri dipopulerkan oleh Snapchat, namun jadi makin meluas pemakaiannya ketika diterapkan di Instagram. Saat ini, hampir semua platform memiliki fitur ini, bahkan YouTube dan juga LinkedIn.

Sumber : Merdeka.com

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *