Maskodin, Berita Teknologi Gadget Terbaru– Seusai mengeluarkan TV yang bisa digulung, LG diberitakan merencanakan mengeluarkan smartphone dengan kemampuan yang serupa di awal tahun depan. Ponsel pintar nantinya yang bisa digulung – bernama kode Project B – bisa menjadi perangkat ke-2 dalam Project Explorer baru perusahaan.

“LG Wing yang baru saja dikeluarkan, dengan fitur layar utama yang bisa berputar, adalah smartphone pertama yang dikeluarkan sebagai bagian dari Explorer Project”, lapor XDA Developers.

Smartphone itu dinamakan Project B sesudah CEO perusahaan Kwon Bong-seok. Saat ini, detail mengenai smartphone yang bisa digulung masih sangat jarang tapi LG menggoda terkait smartphone yang akan datang selama peluncuran Wing.

Selain Project B, perusahaan mengerjakan Project Rainbow yang diharapkan jadi flagship klasik, lanjutan dari V-series. V60 ThinQ mempunyai chip Snapdragon 865 serta LG Rainbow mendatang kemungkinan akan menghadirkan Snapdragon 875 SoC yang belum dipublikasikan sebelumnya.

Walau menghadapi kompetisi yang semakin ketat, LG berharap bisa menjual sekitar 26 juta smartphone tahun ini. Dengan bermacam pengembangan termasuk kedatangan handphone yang bisa dilipat, LG mengusung sasaran lebih tinggi. Chaebol Korea itu, menetapkan penjualan sekitar 30 juta unit di tahun depan.

LG Electronics bulan ini mengeluarkan TV rollable pertama kali di dunia di Korea Selatan pada harga $87.000 (sekitar Rs63,9 lakh) karena raksasa teknologi itu mempunyai tujuan untuk menarget customer kelas atas di tengah-tengah wabah pandemi.

Baca Juga: DJI Mavic Air 2 Resmi Dirilis! Bisa Foto 48 MP Dan Rekam Video 8K

Di ranah smartphone, performa LG bisa dibilang naik turun. Walau sebenarnya 1 dekade lalu, vendor asal Korea Selatan itu, masih menempati status elit pasar smartphone global. Tetapi derasnya pergerakan kompetitor-kompetitor dari China, membuat LG keteteran. Walau juga vendor masih mengeluarkan bermacam lini smartphone, tetapi pemasaran selalu rendah.

Lihat saja sejauh kuartal ke-3 2019, divisi selular perusahaan, mengalami penurunan penghasilan menjadi $1,27 miliar, turun dari $1,82 miliar tahun kemarin.

Sisi baiknya, bisnis smartphone sukses kurangi kerugian operasional sampai $135 juta, karena efektivitas produksi serta kenaikan biaya. Untuk kuartal sebelumnya, divisi itu sudah memberikan laporan kerugian operasional sebesar $268,4 juta.