India Kembali Memblokir Aplikasi Asal China, AliExpress Salah Satunya!

  • 2 min read
  • Nov 27, 2020
India Kembali Memblokir Aplikasi Asal China

Maskodin, Berita Tekno Terbaru – Kementerian Elektronika dan Teknologi Informasi India kembali lagi memblokir 43 aplikasi mobile dari China, termasuk di dalamnya situs belanja online raksasa AliExpress. Aplikasi selular tersebut tidak boleh, lantaran dirasa bertentangan dengan pasal 69A Undang-Undang Teknologi Informasi milik negeri Bollywood itu.

Pemerintah India melalui siaran pers resminya, menerangkan perlakuan ini diambil menurut saran pusat koordinasi kejahatan daring, Kementerian Dalam Negeri India, yang menurut laporannya menilai banyak aplikasi asal negri tirai bambu sekarang ini ikut serta aktivitas yang merugikan kedaulatan dan intergritas, pertahanan, Keamanan dan ketertiban India.

Awalnya pemerintah India sudah memblokir 59 aplikasi seluler asal China pada 29 Juni 2020, dan pada 2 september kembali lagi memblokir 118 aplikasi yang lain. Dari larangan itu, beberapa aplikasi asal China yang terkenal di India seperti Bigo Live, Tiktok atau PUBG Mobile harus diberedel, dengan ketentuan yang sama yakni berdasar pasal 69A.

Pemblokiran itu pastinya menimbulkan kerugian untuk perusahaan digital China, walau sebenarnya Alibaba terdaftar sebagai investor besar di perusahaan teknologi keuangan (fintech) India Paytm, sekaligus yang mendukung dibalik pemasaran kebutuhan primer di aplikasi BigBasket. Selanjutnya atas peristiwa ini, raksasa teknologi asal Tiongkok tersebut menangguhkan rencananya untuk melakukan investasi lagi di beberapa perusahaan India karena pemblokiran tersebut.

Menanggapi hal tersebut, dilansir dari indiatimes pemerintah China melalui kedubesnya di India, melawan keras dan menyebutkan tindakan pemblokiran tersebut benar-benar tidak beralasan. “Kami dengan keras melawan cara pelarangan pada aplikasi China atas nama ‘keamanan nasional’. Pemerintahan (China) selalu mengharuskan perusahaan kami di luar negeri untuk menaati peraturan internasional, bekerja sesuai hukum dan ketentuan, dan menaati ketertiban umum dan mengkedepankan kepribadian yang baik,” ujar kedutaan China.

Dan langkah pelarangan yang berkali-kali dijumpai perusahaan digital China diangap sebagai wujud ketidakadilan bisnis dan kesewenang-wenangan. “Kami mengharap pihak India menyediakan lingkungan bisnis yang adil, tidak berpihak dan tidak diskriminatif untuk seluruh pelaku pasar dari berbagai negara termasuk China, dan membenahi praktik diskriminatif yang menyalahi ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO),” tegasnya.

Sementara itu keputusan yang diambil pemerintah India, pada aplikasi asal China dinilai sebagai langkah yang baik, lantaran bisa menguatkan dan memajukan peran startup lokal untuk berkontribusi di negerinya sendiri.

Ini dikatakan oleh Dr Ajay Data, Pendiri dan CEO VideoMeet (Aplikasi Video/Audio Conference) yang menerangkan basis pengguna selular di India seutuhnya memberikan dukungan langkah pemerintahan untuk memblokir kehadiran aplikasi yang menghancurkan kedaulatan lantaran adanya ketegangan geopolitik.

“Tetapi selain itu sebagai momen yang tepat untuk komunitas teknologi dan TI India untuk bersama-sama bekerja membuat kerangka kerja TI dalam negeri lebih kuat. Dukungan untuk aplikasi lokal ini akan membantu kami untuk mendunia,” papar Ajay.

Related Post :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *