3 Fungsi Audio Processor di Sistem Audio Berdasarkan Jenisnya


3 Fungsi Audio Processor di Sistem Audio Berdasarkan Jenisnya
Di dalam sebuah sistem audio, kita sering melihat sebuah kotak yang cukup besar dan memiliki banyak sekali tombol di sampingnya. Perlu Anda sadari bahwa kotak besar tersebut adalah sebuah audio processor. Jadi, bisa dikatakan audio processor merupakan sebuah proses di dalam sinyal audio yang diolah sedemikian rupa. Mulai dari rute pertama hingga bisa masuk ke bagian speaker yang nantinya akan didengarkan oleh seseorang.
Contoh yang paling mudah penerapan audio processor ini adalah saat acara di sebuah konser, podcast radio, atau acara-acara yang berhubungan dengan audio. Bahkan untuk melakukan perekaman suara pun juga membutuhkan audio processor ini. Fungsi pada audio processor ditentukan oleh beberapa jenis. Untuk mengetahui apa saja jenis audio processor dan Fungsi Audio Processor, berikut ulasannya.
1. Graphic Equalizer
3 Fungsi Audio Processor di Sistem Audio Berdasarkan Jenisnya, pengertian audio processor, cara kerja audio processor, fungsi audio procesor, apa yang dimaksud audio processor,

Jenis yang pertama adalah graphic equalizer. Pada umumnya, penggunaan graphic Equalizer sering dipakai oleh beberapa pihak. Sebab fungsi dari graphic Equalizer ini adalah dapat menghasilkan kualitas suara yang sangat jernih. Selain itu, fungsi lain dari Graphic Equalizer ini adalah dapat menyeimbangkan frekuensi output yang asalnya dari mixer audio.
Graphic Equalizer dianggap sebagai salah satu terobosan terbaru pada sebuah industri sistem suara. Dengan adanya  audio engineer seperti graphic equalizer ini, kita dapat mengubah kualitas suara seperti yang kita inginkan. Fungsi lainnya dari Graphic Equalizer ini dapat memberikan keseimbangan pada frekuensi suara yang telah kita olah dengan bagian mixer. Ditambah lagi, fungsi selanjutnya yang tidak kalah penting adalah dapat memotong frekuensi yang terlalu berlebihan pada bagian speaker serta menambahkan frekuensi yang kurang pada bagian FOH. Dengan begitu, hasil suara yang keluar pada speaker dapat menyamai hasil mx yang telah didengarkan pada headphone.
2. Active Crossover
Jenis berikutnya adalah Active Crossover. Pada dasarnya Crossover adalah komponen yang ditambahkan pada frekuensi rendah hingga tinggi pada sebuah speaker. Aktive Crossover pada umumnya sering digunakan pada sistem suara yang lebih besar. Dengan adanya Active Crossover ini, frekuensi suara yang dihasilkan dapat dibagi berdasarkan tipe speaker yang dipakai. Hal tersebut membuat suara yang dihasilkan dari speaker tidak akan membuatnya cepat rusak.
Pada sebuah Active Crossover, terdapat berbagai komponen-komponen pembentukannya. Komponen tersebut meliputi resistor yang menggunakan jenis metal film. Berikutnya adalah kapasitor yang biasanya digunakan dalam jenis MKT atau juga MKM. Lalu trafo yang berukuran cukup kecil. Regulator yang biasanya menggunakan jenis arus daya sebesar 12 sampai 15 Volt. Akan tetapi, hal tersebut sangat bergantung pada jenis IC yang digunakan.
3. External Audio efx
Extenal audio efx merupakan jenis audio processor yang biasanya digunakan untuk mic atau microphone. Fungsi secara umumnya, external audio efx ini dapat menambah efek pada suara yang dihasilkan dari mic. Misalnya saja, Anda ingin suara yang dikeluarkan lebih megah atau lebih jernih, maka Anda bisa menggunakan external audio efx ini. Selain itu, fungsi lainnya dari external audio efx ini adalah sebagai alat tambahan pada fasilitas mixer audio atau pada sistem suara. Tujuannya adalah dapat mengirimkan berbagai macam informasi suara dari channel pertama ke channel yang lainnya.
a. Kompresor
Kompresor atau biasa juga disebut dengan limiter ini adaalh sebuah alat yang berkaitan erat dengan gain base. Umumnya alat ini biasa dihubungkan agar dapat menstabilkan berbagai dinamika signal pada sebuah instrumen. Contoh, saat seseorang menabuh drum, pastinya kekuatan saat drum ditabuh tidaklah selalu sama. Kadang-kadang suara yang dihasilkan bisa lebih keras, tapi kadang-kadang juga suara yang dihasilkan lebih pelan. Dengan adanya kompresor ini, suara yang dihasilkan dari drum bisa diatur agar nadanya bisa stabil serta ekspresinya tidak begitu melebar.  
Selain untuk alat-alat musik, kompresor ini juga dapat digunakan untuk mengatur suara penyanyi agar suaranya tidak “tenggelam” dengan suara musik. Biasanya saat sedang ada konser yang berlangsung suara penyanyi aslinya akan kalah dengan suara musik yang putar. Apalagi jika musik yang digunakan menggunakan nada-nada yang keras. Maka dari itu, penggunaan kompresor ini dapat mengatur suara penyanyi agar seimbang dengan musik yang diputar.
Itulah fungsi audio processor pada sebuah sistem audio berdasarkan jenisnya. Dari pembahasan Fungsi Audio Processor di atas, bisa kita simpulkan bahwa penggunaan audio processor ini sangat berguna untuk pengaturan audio, terutama untuk para pendengar. Bisa kita bayangkan jika audio processor tidak pernah ditemukan, mungkin saat ini kita akan mendengarkan suara yang sangat kasar dan tidak selembut sekarang. Terlebih lagi, suara yang dihasilkan pun dapat merusak  telinga kita.
Karena kemajuan teknologi semua alat elektronik diatur sedemikian rupa sehingga memberikan kenyamanan bagi para penggunanya. Itulah sedikit ulasan mengenai 3 Fungsi Audio Processor di Sistem Audio Berdasarkan Jenisnya, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita semua ya, semoga bermanfaat.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Tengah Artikel 3

Iklan Bawah Artikel 4