Mengenal Koneksi TCP


Mengenal Koneksi TCP
Selamat datang para pembaca Belajar Komputer, senang  sekali bisa membuat artikel yang bermanfaat untuk kita semua, semoga kalian semua diberi kesehatan dan tiada kurang suatu apapun ya sobat. Karena jika kita dalam keadaan sehat, tentunya kita bisa melakukan aktifitas yang bermanfaat dan berguna untuk diri kita maupun orang lain.
Contohnya saja jika kita dalam keadaan sehat, kita bisa menuntut ilmu, bekerja, atau hal lain nya yang bermanfaat tentunya. Nah, pada artikel kali ini saya akan memberikan pengertian mengenai Mengenal Koneksi TCP, langsung saja simak ulasan berikut ini.
Sebuah koneksi TCP dikenal sebagai koneksi yang bersifat Connection Oriented, pada permulaan koneksi, sebuah klien akan mengirimkan sinyal SYN ke server tujuannya, selanjutnya proses pada firewall menganggap input ini sebagai paket baru yang akan di kirimkan ke server.  Server akan mengolah masukan tersebut, dan akan meneruskan ke tujuannya apabila paket tersebut diperbolehkan untuk lewat atau diterima selanjutnya menjadi paket ACK bagi klien. Namun apabila perlakukan bagi paket tersebut adalah menolak atau membuangnya, maka paket tidak akan di perlakukan seperti yang diminta oleh aturan pada firewall.
Setelah sinyal tersebut diterima, pada setiap koneksi yang terjadi klien juga akan mengirimkan sinyal ACK kepada server. Pengenalan koneksi oleh firewall seperti NEW, ESTABLISHED, dan RELATED dikenal dengan nama connection tracking. Koneksi TCP juga dikenal sebagai koneksi yang reliable dan menggunakan mekanisme byte stream service. Konsep reliable pada koneksi TCP berarti TCP akan mendeteksi error pada paket yang dikirim dan bila itu terjadi paket akan dikirim kembali. Konsep byte stream service berarti paket-paket dikirim ke tujuan secara urut. 
Setelah Setelah koneksi TCP selesai dilakukan, klien atau server akan mengirimkan signal FIN/ACK kepada mesin tujuannya.  Sinyal ini masih dianggap sebagai koneksi yang sudah terjadi (ESTASBLISHED). Setelah mesin tujuannya menerima sinyal FIN/ACK, mesin tersebut akan membalas dengan sinyal ACK kepada mesin itu kembali dan koneksi akan terputus.  Protokol TCP mendominasi penggunaan aplikasi jaringan komputer, namun untuk penyelenggaraan jaringannya protocol IP yang memegang peranan.
Dalam hal uji koneksi termasuk didalamnya monitoring jaringan, maka ICMP (Internet Control Message Protocol) diimplmentasikan untuk keperluan ini.  ICMP utamanya digunakan oleh sistem operasi komputer jaringan untuk mengirim pesan kesalahan yang menyatakan, sebagai contoh, bahwa komputer tujuan tidak bisa dijangkau. 
Salah satu aplikasi ICMP adalah tools ping yang digunakan untuk monitoring jaringan dengan mengirim pesan ICMP Echo Request (dan menerima Echo Reply) untuk menentukan apakah komputer tujuan dapat dijangkau dan berapa lama paket yang dikirimkan dibalas oleh komputer tujuan. Sebuah koneksi ICMP (Gambar 11.10) hanyalah sebuah permintaan (request) echo dan balasannya (reply). Ada empat macam tipe echo yang akan mendapat paket balasan, yaitu echo request dan reply, timestamp request dan reply, infomation request dan reply, serta address mask request dan reply.

pengertian tcp, cara kerja tcp, kegunaan tcp, cara mengkonfigurasikan tcp, apa itu tcp?, mengenal tcp, langkah untuk membuat tcp

UDP (User Datagram Protocol), adalah salah satu protokol lapisan transport pada model referensi TCP/IP yang mendukung komunikasi yang tidak andal (unreliable), tanpa koneksi (connectionless) antara host-host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Protokol ini didefinisikan dalam RFC 768. UDP memiliki karakteristikkarakteristik berikut:
Connectionless (tanpa koneksi): Pesan-pesan UDP akan dikirimkan tanpa harus dilakukan proses negosiasi koneksi antara dua host yang hendak berukar informasi.
Unreliable (tidak andal): Pesanpesan UDP akan dikirimkan sebagai datagram tanpa adanya nomor urut atau pesan acknowledgment. Protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus melakukan pemulihan terhadap pesan-pesan yang hilang selama transmisi. Umumnya, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP mengimplementasikan layanan keandalan mereka masingmasing, atau mengirim pesan secara periodik atau dengan menggunakan waktu yang telah didefinisikan.
UDP menyediakan mekanisme untuk mengirim pesan-pesan ke sebuah protokol lapisan aplikasi atau proses tertentu di dalam sebuah host dalam jaringan yang menggunakan TCP/IP. Header UDP berisi field Source Process Identification dan Destination Process Identification.
UDP menyediakan penghitungan checksum berukuran 16-bit terhadap keseluruhan pesan UDP.
UDP tidak menyediakan layanan layanan antar-host berikut:
UDP tidak menyediakan mekanisme penyanggaan (buffering) dari data yang masuk ataupun data yang keluar. Tugas buffering merupakan tugas yang harus diimplementasikan oleh protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP.
UDP tidak menyediakan mekanisme segmentasi data yang besar ke dalam segmensegmen data, seperti yang terjadi dalam protokol TCP. Karena itulah, protokol lapisan aplikasi yang berjalan di atas UDP harus mengirimkan data yang berukuran kecil (tidak lebih besar dari nilai Maximum Transfer Unit/MTU) yang dimiliki oleh sebuah antarmuka di mana data tersebut dikirim. Karena, jika ukuran paket data yang dikirim lebih besar dibandingkan nilai MTU, paket data yang dikirimkan bisa saja terpecah menjadi beberapa fragmen yang akhirnya tidak jadi terkirim dengan benar.
UDP tidak menyediakan mekanisme flow-control, seperti yang dimiliki oleh TCP.
koneksi UDP bersifat connectionless. Sebuah mesin yang mengirimkan paket UDP tidak akan mendeteksi kesalahan terhadap pengiriman paket tersebut.  Paket UDP tidak akan mengirimkan kembali paket-paket yang mengalami error. Model pengiriman paket ini akan lebih efisien pada koneksi broadcasting atau multicasting.
Seperti halnya TCP, UDP juga memiliki saluran untuk mengirimkan informasi antar host, yang disebut dengan UDP Port. Untuk menggunakan protokol UDP, sebuah aplikasi harus menyediakan alamat IP dan nomor UDP Port dari host yang dituju. Sebuah UDP port berfungsi sebagai sebuah multiplexed message queue, yang berarti bahwa UDP port tersebut dapat menerima beberapa pesan secara sekaligus. Setiap port diidentifikasi dengan nomor yang unik, seperti halnya TCP, tetapi meskipun begitu, UDP Port berbeda dengan TCP Port meskipun memiliki nomor port yang sama. Tabel di bawah ini mendaftarkan beberapa UDP port yang telah dikenal secara luas.
Nah itu tadi sedikit ulasan mengenai Mengenal Koneksi TCP, mungkin kalian sudah paham dengan apa yang saya jelaskan diatas.
Terimakasih sudah berkunjung pada artikel ini, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita semua ya. Untuk sobat yang ingin mempelajari lebih dalam mengenai komputer beserta komponennya, langsung saja kembali ke Home pada artike ini. Karena disini banyak sekali ulasan mengenai pelajaran komputer dan perangkat serta jaringan komputer.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Tengah Artikel 3

Iklan Bawah Artikel 4