Pengertian dan Kegunaan PPP (Point To Point Protocol) Pada Jaringan Komputer


Pengertian PPP (Point To Point Protocol)
Selamat datang para pembaca Belajar Komputer, senang  sekali bisa membuat artikel yang bermanfaat untuk kita semua, semoga kalian semua diberi kesehatan dan tiada kurang suatu apapun ya sobat. Karena jika kita dalam keadaan sehat, tentunya kita bisa melakukan aktifitas yang bermanfaat dan berguna untuk diri kita maupun orang lain.
Contohnya saja jika kita dalam keadaan sehat, kita bisa menuntut ilmu, bekerja, atau hal lain nya yang bermanfaat tentunya. Nah, pada artikel kali ini saya akan memberikan pengertian mengenai Pengertian PPP (Point To Point Protocol), saja simak ulasan berikut ini.
PPP (Point to Point Protocol) merupakan protokol data link layer yang dapat digunakan pada media asynchrounous serial atau synchrounous serial. PPP pada dasarnya merupakan pengembangan dari protokol SLIP (Serial Line Interface Protocol), yaitu sebuah protokol standard point to point yang menggunakan protokol TCP/IP.  PPP memiliki kemampuan untuk melakukan proses autentikasi dan bersifat multiprotocol, sehingga menjadi solusi yang banyak digunakan untuk komunikasi WAN.

cara kerja ppp, jenis jenis ppp, jaringan komputer point to point protocol, kelebihan point to point protocol, cara membuat jaringan ppp, sistem yang mendukung jaringan ppp


untuk mendukung fungsi kerja PPP, maka terdapat dua lapisan yang terlibat, yaitu Lapisan Datalink dan Network.  Lapisan Physical bertugas untuk menyediakan media yang diperlukan untuk menghubungkan antar router baik dengan menggunakan Media Synchronous maupun Asiynchronous.
Lapisan Network bertugas memberikan layanan traffic menggunakan NCP (Network Control Protocol) dan memberikan layanan traffic secara logika dengan menggunakan protocol IP, IPX dan protocol layer 3 lainnya.  Lapisan Datalink yang mempunyai peranan dominan, terkait dengan beberapa komponen PPP, diantaranya :
1. HDLC merupakan sebuah metoda untuk melakukan enkapsulasi datagram melalui jalur serial.
2. LCP (Link Control Protocol) merupakan sebuah metoda dari penetapan, pemeliharaan dan pemutusan hubungan point to point.
3. NCP (Network  Control Protocol) merupakan sebuah metoda dari pembentukan dan pengkonfigurasian protokol-protokol lapisan jaringan.
PPP dirancang  untuk melakukan pengiriman secara simultan melalui beberapa protokol jaringan.  NCP digunakan untuk melakukan komunikasi dari beberapa protokol jaringan  yang dienkapsulasi oleh PPP. 
Protokol LCP memiliki beberapa kemampuan, diantaranya:
- Autentikasi, Untuk keamanan hubungan, PPP menyediakan kemampuan autentikasi.
- Compression, digunakan untuk meningkatkan kinerja proses pengiriman data.
- Stacker dan Predictor merupakan dua jenis protokol yang mendukung PPP dalam proses kompresi data.
- Error Detection. PPP menggunakan protokol Quality Magic untuk menjamin kehandalan data yang dikirim.
- Multilink, memecahkan data yang akan dikirim, kemudian dikirimkan melalui dua atau lebih jalur secara paralel dan sisi penerima melakukan proses penyusunan data.
Ketika koneksi hendak dibentuk oleh PPP, biasanya ada tiga fase yang biasa dilakukan yaitu:
1. Fase Pembentukan Jalur. Paket LCP dikirimkan oleh setiap device untuk mengkonfigurasi dan menguji jalur.
2. Fase Autentikasi (jika digunakan). 
3. Fase Protokol lapisan jaringan. PPP menggunakan NCP untuk mengijinkan beberapa protokol layer network dienkapsulasi dan dikirimkan melalui sebuah PPP.
Ada dua metoda autentikasi yang disediakan oleh PPP yaitu:
1. PAP
2. CHAP
Password Authentication Protocol (PAP)
Metode autentikasi ini kurang begitu aman dibanding metoda CHAP. Password dikirimkan dalam bentuk clear text. Dalam metoda PAP, salah satu router (remote router) mengirimkan username dan password dalam bentuk clear text ke router lainnya (akses server). Handshake untuk pembentukan link PPP terjadi setelah hubungan router secara fisik terbangun, dilanjutkan dengan penentuan  enkapsulasi PPP, diakhiri sampai enkapsulasi PPP disetujui dengan authetikasi yang telah ditentukan (PAP/CHAP).
Kemudian router akses server akan mengautentikasi dan memutuskan apakah menerima hubungan tersebut atau menolaknya tergantung pada informasi username dan password yang terdapat di database lokal dengan username dan password yang diajukan oleh remote router.  Gambar 9.5 memperlihatkan implementasi penggunaan protokol PPP dengan menggunakan autentikasi PAP. Implementasi PPP dengan autentikasi PAP dapat dilakukan dengan cara menghubungkan kedua router point to point-nya melalui jaringan PSTN/ISDN.
Challenge Authentication Protocol (CHAP)
Metoda autentikasi CHAP lebih aman dibandingkan PAP. Sebelum data dikirimkan terlebih dahulu dienkripsi. Gambar 9.6 memberi ilustrasi proses autentikasi dengan metode CHAP. Setelah hubungan PPP ditetapkan, akses server mengirimkan sebuah sinyal Challenge ke remote user.  Remote user merespon dengan memberikan username dan password yang telah dienkripsi dengan menggunakan metode MD5 (Message Digest 5). 
Router(config‐if) # username  <remote user> password  <password koneksi> 
Kemudian akses server menerima respon dari remote user dan membandingkan hasil enkripsi remote user dengan hasil enkripsi yang dimiliki akses server. Jika hasilnya sama, maka autentikasi diterima dan hubungan bisa dibentuk.  Implementasi PPP dengan autentikasi CHAP dapat dilakukan dengan cara menghubungkan kedua router point to point-nya melalui jarinngan PSTN/ISDN.
Nah itu tadi sedikit ulasan mengenai Pengertian PPP (Point To Point Protocol), mungkin kalian sudah paham dengan apa yang saya jelaskan diatas.
Terimakasih sudah berkunjung pada artikel ini, semoga artikel ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita semua ya. Untuk sobat yang ingin mempelajari lebih dalam mengenai komputer beserta komponennya, langsung saja kembali ke Home pada artike ini. Karena disini banyak sekali ulasan mengenai pelajaran komputer dan perangkat serta jaringan komputer.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

loading...

Iklan Tengah Artikel 3

Iklan Bawah Artikel 4